Tidur Setelah Sahur: Boleh atau Berbahaya? Ini Penjelasan Lengkapnya
Bangun dini hari untuk sahur sering membuat tubuh masih terasa sangat mengantuk. Setelah makan dan minum, godaan terbesar biasanya adalah kembali ke tempat tidur. Banyak orang merasa tidur setelah sahur membantu menambah energi sebelum memulai aktivitas harian.
Namun, sebenarnya bolehkah tidur setelah sahur? Apakah kebiasaan ini aman bagi kesehatan atau justru berisiko bagi tubuh? Mari kita bahas secara lengkap dari sisi kesehatan dan kebiasaan yang benar.
Mengapa Tubuh Mengantuk Setelah Sahur?
Rasa kantuk setelah sahur adalah hal yang sangat wajar. Tubuh manusia memiliki ritme biologis alami yang mengatur waktu tidur dan bangun. Saat sahur, tubuh sebenarnya masih berada dalam fase istirahat malam.
Selain itu, makan dalam jumlah tertentu juga dapat memicu rasa rileks. Setelah makan, tubuh memfokuskan energi pada sistem pencernaan. Aliran darah meningkat ke lambung dan usus untuk membantu proses pemecahan makanan. Inilah yang membuat tubuh terasa hangat, nyaman, dan mengantuk.
Kurangnya waktu tidur juga menjadi faktor utama. Banyak orang tidur lebih larut selama bulan puasa, lalu harus bangun sangat pagi untuk sahur. Akibatnya, tubuh belum mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Dampak Tidur Langsung Setelah Sahur
Tidur setelah sahur sebenarnya tidak selalu berbahaya. Namun, jika dilakukan langsung setelah makan tanpa jeda, ada beberapa dampak yang bisa muncul.
1. Gangguan pencernaan
Saat tubuh berbaring setelah makan, proses pencernaan tidak bekerja optimal. Posisi tidur dapat membuat makanan lebih sulit turun dari lambung ke usus.
Akibatnya, bisa muncul:
-
Perut terasa penuh
-
Mual atau kembung
-
Rasa tidak nyaman di dada
-
Asam lambung naik
Orang yang memiliki masalah maag atau refluks asam lambung biasanya lebih rentan mengalami keluhan ini.
2. Tubuh terasa lemas saat bangun
Tidur terlalu cepat setelah makan bisa membuat tubuh terasa berat saat bangun. Hal ini terjadi karena metabolisme tubuh belum berjalan optimal ketika tidur.
Alih-alih segar, tubuh justru terasa lebih malas dan sulit fokus.
3. Risiko kenaikan berat badan
Kebiasaan makan lalu langsung tidur dapat memperlambat pembakaran kalori. Jika dilakukan terus-menerus, hal ini dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan.
Meski tidak terjadi secara instan, kebiasaan ini dapat memengaruhi keseimbangan energi tubuh dalam jangka panjang.
Apakah Tidur Setelah Sahur Selalu Dilarang?
Tidak. Tidur setelah sahur tetap boleh dilakukan, terutama jika tubuh memang sangat kurang istirahat.
Namun, yang perlu diperhatikan adalah waktu dan cara melakukannya. Tidur yang dilakukan dengan benar justru bisa membantu tubuh lebih segar sepanjang hari.
Kuncinya adalah tidak langsung tidur setelah makan dan tidak tidur terlalu lama.
Cara Aman Jika Ingin Tidur Setelah Sahur
Jika kamu tetap ingin tidur setelah sahur, lakukan dengan cara yang lebih sehat berikut ini.
✔ Beri jeda waktu setelah makan
Tunggu minimal 30–60 menit sebelum tidur. Waktu ini membantu makanan mulai dicerna dan mengurangi risiko asam lambung naik.
✔ Lakukan aktivitas ringan
Aktivitas ringan membantu pencernaan bekerja lebih baik, seperti:
-
Jalan santai di rumah
-
Merapikan dapur
-
Membaca
-
Ibadah ringan
Hindari aktivitas berat karena tubuh masih dalam proses pencernaan.
✔ Gunakan posisi tidur yang tepat
Jika ingin berbaring, gunakan posisi kepala lebih tinggi dari tubuh. Ini membantu mencegah naiknya asam lambung.
✔ Batasi durasi tidur
Tidur sebentar sekitar 20–40 menit sudah cukup untuk menyegarkan tubuh. Tidur terlalu lama justru membuat tubuh terasa berat dan pusing.
✔ Pilih makanan sahur yang sehat
Jenis makanan juga memengaruhi kenyamanan tubuh setelah sahur.
Disarankan:
-
Karbohidrat kompleks
-
Protein secukupnya
-
Serat tinggi
-
Air putih cukup
Hindari makanan terlalu pedas, berminyak, atau berlebihan.
Alternatif Lebih Sehat Daripada Tidur Setelah Sahur
Jika memungkinkan, ada beberapa cara yang lebih baik untuk menjaga energi saat puasa:
-
Tidur lebih awal di malam hari
-
Kurangi penggunaan gadget sebelum tidur
-
Atur jadwal tidur teratur
-
Manfaatkan tidur siang secukupnya
Dengan kualitas tidur yang baik, rasa kantuk setelah sahur biasanya jauh berkurang.
Kesimpulan
Tidur setelah sahur bukan kebiasaan yang sepenuhnya berbahaya, tetapi juga bukan pilihan terbaik jika dilakukan langsung setelah makan. Risiko gangguan pencernaan, rasa lemas, dan asam lambung dapat meningkat jika tubuh langsung berbaring.
Jika ingin tidur kembali, beri jeda waktu, lakukan aktivitas ringan, dan batasi durasi tidur. Dengan cara yang tepat, tubuh tetap sehat dan puasa bisa dijalani dengan nyaman.







0 comments:
Post a Comment