Media Edukasi Kesehatan dan Keperawatan Terpercaya

Tidur Setelah Sahur: Boleh atau Berbahaya? Ini Penjelasan Lengkapnya

 

ilustrasi orang mengantuk setelah sahur di pagi hari

Tidur Setelah Sahur: Boleh atau Berbahaya? Ini Penjelasan Lengkapnya

Bangun dini hari untuk sahur sering membuat tubuh masih terasa sangat mengantuk. Setelah makan dan minum, godaan terbesar biasanya adalah kembali ke tempat tidur. Banyak orang merasa tidur setelah sahur membantu menambah energi sebelum memulai aktivitas harian.

Namun, sebenarnya bolehkah tidur setelah sahur? Apakah kebiasaan ini aman bagi kesehatan atau justru berisiko bagi tubuh? Mari kita bahas secara lengkap dari sisi kesehatan dan kebiasaan yang benar.


Mengapa Tubuh Mengantuk Setelah Sahur?

Rasa kantuk setelah sahur adalah hal yang sangat wajar. Tubuh manusia memiliki ritme biologis alami yang mengatur waktu tidur dan bangun. Saat sahur, tubuh sebenarnya masih berada dalam fase istirahat malam.

Selain itu, makan dalam jumlah tertentu juga dapat memicu rasa rileks. Setelah makan, tubuh memfokuskan energi pada sistem pencernaan. Aliran darah meningkat ke lambung dan usus untuk membantu proses pemecahan makanan. Inilah yang membuat tubuh terasa hangat, nyaman, dan mengantuk.

Kurangnya waktu tidur juga menjadi faktor utama. Banyak orang tidur lebih larut selama bulan puasa, lalu harus bangun sangat pagi untuk sahur. Akibatnya, tubuh belum mendapatkan waktu istirahat yang cukup.


Dampak Tidur Langsung Setelah Sahur

Tidur setelah sahur sebenarnya tidak selalu berbahaya. Namun, jika dilakukan langsung setelah makan tanpa jeda, ada beberapa dampak yang bisa muncul.

1. Gangguan pencernaan

Saat tubuh berbaring setelah makan, proses pencernaan tidak bekerja optimal. Posisi tidur dapat membuat makanan lebih sulit turun dari lambung ke usus.

Akibatnya, bisa muncul:

  • Perut terasa penuh

  • Mual atau kembung

  • Rasa tidak nyaman di dada

  • Asam lambung naik

Orang yang memiliki masalah maag atau refluks asam lambung biasanya lebih rentan mengalami keluhan ini.


2. Tubuh terasa lemas saat bangun

Tidur terlalu cepat setelah makan bisa membuat tubuh terasa berat saat bangun. Hal ini terjadi karena metabolisme tubuh belum berjalan optimal ketika tidur.

Alih-alih segar, tubuh justru terasa lebih malas dan sulit fokus.


3. Risiko kenaikan berat badan

Kebiasaan makan lalu langsung tidur dapat memperlambat pembakaran kalori. Jika dilakukan terus-menerus, hal ini dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan.

Meski tidak terjadi secara instan, kebiasaan ini dapat memengaruhi keseimbangan energi tubuh dalam jangka panjang.


Apakah Tidur Setelah Sahur Selalu Dilarang?

Tidak. Tidur setelah sahur tetap boleh dilakukan, terutama jika tubuh memang sangat kurang istirahat.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah waktu dan cara melakukannya. Tidur yang dilakukan dengan benar justru bisa membantu tubuh lebih segar sepanjang hari.

Kuncinya adalah tidak langsung tidur setelah makan dan tidak tidur terlalu lama.


Cara Aman Jika Ingin Tidur Setelah Sahur

Jika kamu tetap ingin tidur setelah sahur, lakukan dengan cara yang lebih sehat berikut ini.

✔ Beri jeda waktu setelah makan

Tunggu minimal 30–60 menit sebelum tidur. Waktu ini membantu makanan mulai dicerna dan mengurangi risiko asam lambung naik.


✔ Lakukan aktivitas ringan

Aktivitas ringan membantu pencernaan bekerja lebih baik, seperti:

  • Jalan santai di rumah

  • Merapikan dapur

  • Membaca

  • Ibadah ringan

Hindari aktivitas berat karena tubuh masih dalam proses pencernaan.


✔ Gunakan posisi tidur yang tepat

Jika ingin berbaring, gunakan posisi kepala lebih tinggi dari tubuh. Ini membantu mencegah naiknya asam lambung.


✔ Batasi durasi tidur

Tidur sebentar sekitar 20–40 menit sudah cukup untuk menyegarkan tubuh. Tidur terlalu lama justru membuat tubuh terasa berat dan pusing.


✔ Pilih makanan sahur yang sehat

Jenis makanan juga memengaruhi kenyamanan tubuh setelah sahur.

Disarankan:

  • Karbohidrat kompleks

  • Protein secukupnya

  • Serat tinggi

  • Air putih cukup

Hindari makanan terlalu pedas, berminyak, atau berlebihan.


Alternatif Lebih Sehat Daripada Tidur Setelah Sahur

Jika memungkinkan, ada beberapa cara yang lebih baik untuk menjaga energi saat puasa:

  • Tidur lebih awal di malam hari

  • Kurangi penggunaan gadget sebelum tidur

  • Atur jadwal tidur teratur

  • Manfaatkan tidur siang secukupnya

Dengan kualitas tidur yang baik, rasa kantuk setelah sahur biasanya jauh berkurang.


Kesimpulan

Tidur setelah sahur bukan kebiasaan yang sepenuhnya berbahaya, tetapi juga bukan pilihan terbaik jika dilakukan langsung setelah makan. Risiko gangguan pencernaan, rasa lemas, dan asam lambung dapat meningkat jika tubuh langsung berbaring.

Jika ingin tidur kembali, beri jeda waktu, lakukan aktivitas ringan, dan batasi durasi tidur. Dengan cara yang tepat, tubuh tetap sehat dan puasa bisa dijalani dengan nyaman.

Share:

Manfaat Kurma Saat Puasa: Sunnah yang Kaya Nutrisi dan Energi

 


Manfaat Kurma Saat Puasa: Sunnah yang Kaya Nutrisi dan Energi

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih keseimbangan tubuh serta kesehatan metabolisme. Salah satu makanan yang paling identik dengan berbuka puasa adalah kurma. Buah kecil berwarna cokelat ini bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki banyak manfaat kesehatan yang sangat penting bagi tubuh setelah seharian berpuasa.

Lalu, mengapa kurma menjadi pilihan terbaik saat berbuka? Apa saja manfaatnya bagi kesehatan? Berikut penjelasan lengkapnya.


Mengapa Kurma Dianjurkan Saat Berbuka Puasa?

Setelah berpuasa selama berjam-jam, tubuh mengalami penurunan kadar gula darah dan energi. Kurma merupakan sumber gula alami yang mudah diserap tubuh, sehingga dapat dengan cepat mengembalikan energi tanpa membebani sistem pencernaan.

Selain itu, kurma mengandung berbagai nutrisi penting seperti:

  • Karbohidrat alami (glukosa dan fruktosa)

  • Serat

  • Kalium

  • Magnesium

  • Vitamin B kompleks

  • Antioksidan

Kombinasi nutrisi ini membuat kurma menjadi makanan yang ideal untuk memulihkan stamina setelah berpuasa.


7 Manfaat Kurma untuk Kesehatan Saat Puasa

1. Mengembalikan Energi dengan Cepat

Kurma mengandung gula alami yang mudah dicerna, sehingga tubuh langsung mendapatkan energi setelah berbuka. Ini membantu mengurangi rasa lemas dan pusing akibat penurunan gula darah.

2. Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan

Kandungan serat dalam kurma membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit, yang sering terjadi saat pola makan berubah selama puasa.

3. Menyeimbangkan Elektrolit Tubuh

Kurma kaya kalium yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh serta mendukung fungsi otot dan saraf.

4. Menjaga Kesehatan Jantung

Antioksidan dan mineral dalam kurma berperan dalam menurunkan tekanan darah serta menjaga kesehatan pembuluh darah.

5. Mengontrol Nafsu Makan

Mengonsumsi kurma saat berbuka membantu memberikan rasa kenyang lebih cepat, sehingga mencegah makan berlebihan.

6. Mendukung Fungsi Otak

Vitamin B dan antioksidan dalam kurma membantu menjaga fungsi otak serta meningkatkan konsentrasi.

7. Meningkatkan Sistem Imun

Kurma mengandung antioksidan yang membantu melawan radikal bebas dan memperkuat daya tahan tubuh selama puasa.


Waktu Terbaik Mengonsumsi Kurma Saat Puasa

Agar manfaatnya maksimal, berikut waktu terbaik makan kurma:

Saat berbuka puasa (paling utama)
Membantu menaikkan gula darah secara bertahap.

Setelah makan malam ringan
Memberi tambahan nutrisi tanpa membuat perut terlalu penuh.

Saat sahur
Memberikan energi tahan lama dan membantu mencegah rasa lapar berlebihan.


Berapa Banyak Kurma yang Sebaiknya Dikonsumsi?

Jumlah ideal konsumsi kurma saat puasa adalah:

  • 3 butir saat berbuka (jumlah yang umum dianjurkan)

  • Maksimal 5–7 butir per hari tergantung kebutuhan energi

Meski sehat, kurma tetap mengandung gula alami yang cukup tinggi, sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan.


Tips Sehat Mengonsumsi Kurma Saat Puasa

Agar manfaat kurma lebih optimal, lakukan tips berikut:

✔ Kombinasikan dengan air putih hangat saat berbuka
✔ Hindari langsung makan berat setelah kurma
✔ Pilih kurma tanpa tambahan gula atau sirup
✔ Simpan kurma di tempat sejuk agar tetap segar
✔ Kombinasikan dengan susu atau yoghurt untuk nutrisi tambahan


Siapa yang Perlu Membatasi Konsumsi Kurma?

Meskipun sehat, beberapa orang perlu berhati-hati:

  • Penderita diabetes

  • Orang dengan diet rendah gula

  • Individu dengan gangguan pencernaan tertentu

Jika memiliki kondisi medis khusus, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi kurma dalam jumlah banyak.


Kesimpulan

Kurma adalah makanan yang sangat ideal untuk berbuka puasa karena:

✔ Mengembalikan energi dengan cepat
✔ Menjaga kesehatan pencernaan
✔ Kaya nutrisi dan antioksidan
✔ Membantu tubuh tetap bugar selama puasa

Selain bernilai gizi tinggi, kurma juga menjadi simbol kebiasaan sehat yang telah dilakukan sejak lama. Mengonsumsi kurma secara tepat dapat membantu tubuh tetap kuat dan sehat selama menjalani ibadah puasa.

Share:

Tips Puasa untuk Penderita Maag Agar Tetap Nyaman dan Tidak KambuhTips Puasa untuk Penderita Maag Agar Tetap Nyaman dan Tidak Kambuh

 

Ilustrasi pria memegang perut karena sakit maag dengan gambaran asam lambung meningkat

Tips Puasa untuk Penderita Maag Agar Tetap Nyaman dan Lancar

Puasa merupakan ibadah yang memberikan banyak manfaat spiritual dan kesehatan. Namun bagi penderita maag, menjalankan puasa sering menimbulkan kekhawatiran karena risiko perut perih, mual, atau asam lambung naik.

Kabar baiknya, penderita maag tetap bisa berpuasa dengan aman selama memperhatikan pola makan dan gaya hidup yang tepat. Berikut panduan lengkap agar puasa tetap lancar tanpa gangguan lambung.


Apakah Penderita Maag Boleh Puasa?

Secara umum, penderita maag boleh berpuasa jika kondisi lambung stabil dan tidak sedang kambuh parah. Bahkan, puasa yang dilakukan dengan pola makan teratur bisa membantu memperbaiki sistem pencernaan.

Namun, jika mengalami gejala berat seperti:

  • Nyeri hebat di ulu hati

  • Muntah terus-menerus

  • Pusing berlebihan

  • BAB hitam atau berdarah

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum berpuasa.


Tips Puasa Aman untuk Penderita Maag

1. Jangan Pernah Melewatkan Sahur

Sahur sangat penting untuk menjaga lambung tidak kosong terlalu lama. Pilih makanan yang:

  • Mengandung karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal, roti gandum)

  • Tinggi protein (telur, ayam, tahu, tempe)

  • Kaya serat (sayur dan buah)

Makanan ini dicerna lebih lambat sehingga energi bertahan lebih lama dan asam lambung lebih stabil.


2. Hindari Makanan Pemicu Asam Lambung

Beberapa makanan bisa memperparah maag, terutama saat puasa. Hindari:

  • Makanan pedas

  • Gorengan berlebihan

  • Kopi dan minuman berkafein

  • Minuman bersoda

  • Makanan terlalu asam

  • Cokelat berlebihan

Sebagai gantinya, pilih makanan yang lembut dan mudah dicerna.


3. Berbuka dengan Porsi Kecil Terlebih Dahulu

Jangan langsung makan besar saat berbuka. Awali dengan:

  • Air putih hangat

  • Kurma secukupnya

  • Sup hangat atau makanan ringan

Setelah shalat Maghrib, baru lanjutkan makan utama. Ini membantu lambung beradaptasi secara bertahap.


4. Makan Perlahan dan Jangan Berlebihan

Makan terlalu cepat atau terlalu banyak bisa memicu kembung dan nyeri lambung. Biasakan:

  • Mengunyah makanan dengan baik

  • Makan secukupnya

  • Berhenti sebelum terlalu kenyang


5. Perhatikan Posisi Setelah Makan

Jangan langsung tidur setelah sahur atau berbuka. Tunggu minimal 2–3 jam agar makanan tercerna dengan baik dan mencegah asam lambung naik.


6. Cukupi Kebutuhan Cairan

Dehidrasi bisa memperparah iritasi lambung. Terapkan pola minum:

  • Saat berbuka

  • Setelah makan malam

  • Sebelum tidur

  • Saat sahur

Minimal 6–8 gelas air per hari.


7. Tetap Konsumsi Obat Jika Diresepkan Dokter

Jika memiliki obat maag rutin, konsultasikan jadwal konsumsi selama puasa. Biasanya obat bisa diminum saat sahur atau berbuka sesuai anjuran medis.


8. Kelola Stres dan Istirahat Cukup

Stres bisa memicu produksi asam lambung berlebih. Pastikan:

  • Tidur cukup

  • Hindari begadang

  • Lakukan relaksasi ringan


Tanda Penderita Maag Harus Membatalkan Puasa

Segera batalkan puasa jika mengalami:

  • Nyeri lambung hebat

  • Muntah berulang

  • Lemas berlebihan

  • Pusing atau hampir pingsan

Kesehatan tetap menjadi prioritas utama.


Kesimpulan

Penderita maag tetap bisa menjalankan puasa dengan nyaman jika menjaga pola makan, menghindari makanan pemicu, serta memperhatikan kondisi tubuh. Kunci utamanya adalah makan teratur, tidak berlebihan, dan menjaga gaya hidup sehat.

Jika maag sering kambuh atau semakin parah, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.

Share:

Minum Kopi Saat Puasa, Aman atau Berbahaya? Panduan Lengkap untuk Pecinta Kopi

 

Secangkir kopi latte di meja berbuka puasa saat matahari terbenam


Puasa dan Kopi: Musuh atau Sahabat?

Bagi banyak orang, kopi bukan sekadar minuman — tapi ritual. Aroma hangatnya di pagi hari, rasa pahit yang menenangkan, hingga sensasi “melek” yang datang perlahan… semua terasa sulit digantikan. Lalu datanglah bulan puasa, dan pertanyaan klasik pun muncul: bolehkah tetap menikmati kopi saat berpuasa?

Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Hubungan antara puasa dan kopi ternyata cukup menarik — bahkan bisa jadi saling mendukung, kalau tahu caranya.

Tantangan Pecinta Kopi Saat Puasa

Saat menjalani puasa, tubuh mengalami perubahan ritme. Tidak ada asupan cairan dan kafein selama berjam-jam, sementara banyak orang terbiasa minum kopi setiap hari. Akibatnya, beberapa hal bisa terjadi:

  • Sakit kepala ringan karena tubuh “kaget” tidak mendapat kafein.

  • Rasa lemas atau mengantuk berlebihan di siang hari.

  • Perubahan mood, terutama bagi yang sangat terbiasa minum kopi pagi.

Ini bukan hal aneh. Kafein memang memengaruhi sistem saraf dan kebiasaan tubuh. Ketika dihentikan mendadak, tubuh butuh waktu untuk menyesuaikan diri.

Waktu Terbaik Minum Kopi Saat Puasa

Kalau tetap ingin menikmati kopi tanpa mengganggu ibadah puasa, timing adalah kunci.

☕ Setelah Berbuka (Bukan Langsung!)

Minum kopi segera setelah berbuka bisa membuat lambung kaget, apalagi setelah seharian kosong. Sebaiknya:

  1. Mulai dengan air putih dan makanan ringan.

  2. Beri jeda sekitar 1–2 jam.

  3. Baru nikmati kopi dengan nyaman.

Cara ini membantu sistem pencernaan tetap stabil.

🌙 Setelah Makan Malam atau Tarawih

Ini waktu favorit banyak orang. Tubuh sudah mendapat energi, perut tidak kosong, dan kopi bisa dinikmati tanpa terburu-buru.

Namun hati-hati jika sensitif terhadap kafein, karena bisa mengganggu tidur.

🌅 Saat Sahur (Opsional, Tapi Berisiko)

Minum kopi saat sahur bisa membantu tetap segar di pagi hari, tapi ada efek samping:

  • Bersifat diuretik (lebih sering buang air kecil).

  • Bisa meningkatkan risiko dehidrasi.

  • Pada sebagian orang memicu asam lambung.

Jika ingin mencoba, pastikan minum air putih lebih banyak.

Tips Menikmati Kopi dengan Aman Selama Puasa

Agar kopi tetap jadi teman, bukan gangguan, coba beberapa tips ini:

✔ Pilih kopi dengan kadar kafein lebih rendah jika sensitif.
✔ Hindari kopi saat perut benar-benar kosong.
✔ Perbanyak minum air putih antara berbuka dan sahur.
✔ Batasi jumlah — 1–2 cangkir biasanya cukup.
✔ Perhatikan kualitas tidur, karena istirahat tetap prioritas.

Sisi Positif: Kopi Bisa Jadi Teman Refleksi

Menariknya, banyak orang merasa momen minum kopi saat malam hari di bulan puasa justru lebih bermakna. Suasana tenang, ritme hidup lebih lambat, dan waktu berkumpul dengan keluarga atau merenung menjadi lebih terasa.

Kopi bukan lagi sekadar penyemangat aktivitas, tapi bagian dari pengalaman spiritual dan kebersamaan.

Kesimpulan

Puasa dan kopi bukan musuh. Keduanya bisa berdampingan — asal bijak mengatur waktu dan jumlah. Tubuh tetap sehat, ibadah tetap khusyuk, dan ritual menikmati kopi pun tetap berjalan.

Pada akhirnya, bukan soal boleh atau tidak, tapi soal bagaimana kita menikmatinya dengan seimbang.

Selamat menjalani puasa, dan selamat menikmati secangkir kopi dengan penuh kesadaran.

Share:

Manfaat Puasa bagi Kesehatan Tubuh dan Mental Menurut Ilmu Medis dan Islam

 

Manfaat Puasa bagi Kesehatan Tubuh dan Mental: Perspektif Medis dan Islam

Puasa merupakan praktik yang telah dilakukan manusia selama ribuan tahun, baik sebagai bagian dari tradisi spiritual maupun sebagai metode menjaga kesehatan. Dalam beberapa dekade terakhir, dunia medis semakin banyak meneliti efek puasa terhadap tubuh manusia dan menemukan berbagai manfaat penting bagi metabolisme, sistem imun, hingga kesehatan mental.

Dalam Islam, puasa bahkan telah lama dianjurkan sebagai ibadah yang membawa kebaikan bagi manusia secara menyeluruh. Menariknya, banyak manfaat puasa yang dijelaskan dalam ajaran agama kini juga didukung oleh temuan ilmiah modern.

Artikel ini membahas manfaat puasa secara lengkap dari sisi kesehatan fisik, mental, serta perspektif spiritual, sehingga memberikan gambaran utuh tentang pentingnya puasa dalam kehidupan manusia.




Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Berpuasa?

Ketika seseorang berpuasa, tubuh mengalami perubahan metabolisme yang cukup signifikan. Setelah beberapa jam tanpa asupan makanan, kadar gula darah mulai menurun. Tubuh kemudian beralih menggunakan cadangan energi yang tersimpan, terutama lemak.

Proses ini disebut metabolic switching, yaitu perubahan sumber energi dari glukosa ke lemak. Selain itu, tubuh juga meningkatkan proses perbaikan sel yang dikenal sebagai autophagy, yaitu mekanisme alami tubuh untuk membersihkan sel yang rusak dan memperbaikinya.

Penelitian kesehatan global, termasuk yang dipublikasikan oleh World Health Organization, menunjukkan bahwa pola makan teratur dan pengendalian asupan kalori memiliki hubungan erat dengan pencegahan berbagai penyakit kronis.


1. Membantu Detoksifikasi dan Regenerasi Sel

Salah satu manfaat utama puasa adalah membantu tubuh melakukan proses pembersihan alami. Ketika sistem pencernaan beristirahat, tubuh memiliki lebih banyak energi untuk memperbaiki sel dan jaringan.

Autophagy yang meningkat saat puasa membantu:

  • menghilangkan sel rusak

  • memperbaiki fungsi sel

  • memperlambat proses penuaan

  • menurunkan risiko penyakit degeneratif

Banyak penelitian menunjukkan bahwa proses ini berperan penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang, termasuk mengurangi risiko gangguan metabolik.


2. Mengontrol Berat Badan dan Metabolisme

Puasa membantu tubuh mengatur keseimbangan energi. Dengan waktu makan yang terbatas, asupan kalori menjadi lebih terkontrol. Selain itu, penggunaan lemak sebagai sumber energi membantu menurunkan cadangan lemak tubuh.

Manfaat yang sering terjadi:

  • penurunan berat badan alami

  • berkurangnya lemak perut

  • peningkatan sensitivitas insulin

  • stabilisasi gula darah

Penelitian dari Harvard Health Publishing menunjukkan bahwa pola puasa tertentu dapat membantu memperbaiki metabolisme dan menurunkan risiko diabetes tipe 2.

Namun, manfaat ini sangat bergantung pada pola makan saat berbuka dan sahur. Konsumsi makanan berlebihan justru dapat mengurangi efek positif puasa.


3. Menjaga Kesehatan Jantung

Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Menariknya, puasa terbukti membantu menurunkan beberapa faktor risiko penyakit jantung.

Puasa dapat membantu:

  • menurunkan tekanan darah

  • mengurangi kolesterol jahat (LDL)

  • menurunkan trigliserida

  • mengurangi peradangan dalam tubuh

Ketika kadar lemak dalam darah lebih terkontrol, pembuluh darah menjadi lebih sehat dan risiko penyumbatan berkurang.

Selain itu, puasa membantu mengatur pola makan sehingga mengurangi konsumsi berlebihan makanan tinggi lemak dan gula.


4. Meningkatkan Fungsi Otak dan Kesehatan Mental

Puasa tidak hanya berdampak pada tubuh, tetapi juga pada otak. Saat tubuh menggunakan lemak sebagai energi, terbentuk senyawa keton yang dapat menjadi sumber energi efisien bagi otak.

Beberapa manfaat puasa bagi otak antara lain:

  • meningkatkan fokus dan konsentrasi

  • meningkatkan daya ingat

  • mengurangi stres

  • meningkatkan kestabilan emosi

Penelitian neurologi menunjukkan bahwa puasa dapat merangsang produksi protein yang melindungi sel saraf dan membantu pertumbuhan neuron baru.

Secara psikologis, puasa juga melatih pengendalian diri dan kesabaran, yang sangat penting bagi kesehatan mental.


5. Memperkuat Sistem Imun

Sistem imun berfungsi melindungi tubuh dari infeksi. Saat berpuasa, tubuh melakukan regenerasi sel imun dan menurunkan peradangan kronis.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa membantu memperbarui sel darah putih yang berperan dalam pertahanan tubuh.

Selain itu, puasa mendorong gaya hidup lebih teratur:

  • pola makan lebih disiplin

  • tidur lebih terjadwal

  • kontrol stres lebih baik

Semua faktor tersebut berkontribusi pada sistem imun yang lebih kuat.


6. Manfaat Puasa bagi Kesehatan Pencernaan

Sistem pencernaan bekerja terus-menerus setiap kali kita makan. Puasa memberi kesempatan bagi organ pencernaan untuk beristirahat dan memulihkan fungsi normalnya.

Manfaat bagi pencernaan:

  • menyeimbangkan bakteri usus

  • mengurangi peradangan lambung

  • meningkatkan penyerapan nutrisi

  • memperbaiki fungsi metabolisme

Puasa juga membantu mengatur pola makan sehingga mencegah kebiasaan makan berlebihan.


Perspektif Islam tentang Manfaat Puasa

Dalam Islam, puasa memiliki tujuan utama meningkatkan ketakwaan. Namun ajaran Islam juga menegaskan bahwa puasa membawa kebaikan bagi manusia.

Dalam Al-Qur’an disebutkan:

“Berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 184)

Ayat ini menunjukkan bahwa puasa mengandung manfaat yang mungkin baru dipahami manusia seiring perkembangan ilmu pengetahuan.

Dalam hadis yang diriwayatkan dalam Sahih Bukhari, puasa disebut sebagai perisai. Maknanya tidak hanya perlindungan spiritual, tetapi juga perlindungan fisik dan mental melalui pengendalian diri.

Puasa melatih manusia untuk:

  • menahan keinginan berlebihan

  • menjaga keseimbangan hidup

  • meningkatkan kesadaran diri

  • memperkuat kesehatan mental

Nilai-nilai tersebut sangat selaras dengan konsep kesehatan holistik modern.


Tips Agar Puasa Tetap Sehat dan Optimal

Agar manfaat puasa maksimal, penting menerapkan pola hidup sehat.

Saat Sahur

  • konsumsi karbohidrat kompleks

  • perbanyak protein dan serat

  • minum cukup air

Saat Berbuka

  • mulai dengan makanan ringan

  • hindari makan berlebihan

  • batasi makanan tinggi gula dan lemak

Gaya Hidup

  • tetap aktif secara fisik ringan

  • cukup tidur

  • kelola stres

Bagi penderita penyakit tertentu, konsultasi dengan tenaga medis sangat dianjurkan sebelum berpuasa.


Kesimpulan

Puasa bukan hanya praktik spiritual, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang sangat luas. Dari detoksifikasi, pengendalian berat badan, kesehatan jantung, fungsi otak, hingga penguatan sistem imun — semua menunjukkan bahwa puasa mendukung keseimbangan tubuh secara menyeluruh.

Dalam Islam, puasa telah lama dianjurkan sebagai jalan menuju kebaikan manusia. Kini, ilmu pengetahuan modern semakin memperkuat pemahaman bahwa puasa memang membawa manfaat nyata bagi kesehatan fisik dan mental.

Dengan menjalankan puasa secara benar dan seimbang, seseorang tidak hanya meningkatkan kualitas spiritual, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Share:

Pernyataan Bupati Brebes tentang Dokter dan Perawat Viral, Soroti Pentingnya Pelayanan Ramah di Fasilitas Kesehatan


Pernyataan
Bupati Brebes tentang Dokter dan Perawat Jadi Sorotan, Tekankan Pelayanan Kesehatan yang Humanis

Dunia pelayanan kesehatan di daerah kembali menjadi perhatian publik setelah pernyataan Paramitha Widya Kusuma, pemimpin daerah di Kabupaten Brebes, viral dan ramai diperbincangkan masyarakat.

Dalam berbagai kesempatan, ia menyoroti pentingnya sikap ramah dan empati dari tenaga kesehatan, khususnya dokter dan perawat, saat melayani pasien. Menurutnya, kualitas pelayanan medis tidak hanya diukur dari tindakan klinis atau pengobatan, tetapi juga dari cara tenaga kesehatan memperlakukan pasien secara manusiawi.

Pernyataan tersebut langsung memicu diskusi luas di masyarakat, terutama karena banyak orang merasa isu pelayanan kesehatan yang kurang ramah masih sering terjadi.


Pentingnya Sikap Ramah dalam Pelayanan Medis

Bupati Brebes menegaskan bahwa masyarakat yang datang berobat umumnya berada dalam kondisi lemah, cemas, atau kesakitan. Oleh karena itu, tenaga kesehatan dituntut bukan hanya profesional secara medis, tetapi juga memiliki empati tinggi.

Menurutnya, sikap sederhana seperti menyapa dengan baik, mendengarkan keluhan pasien, serta memberikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami bisa sangat membantu proses pemulihan.

Pelayanan kesehatan, katanya, harus berorientasi pada pasien. Artinya, pasien bukan sekadar objek pemeriksaan, tetapi individu yang membutuhkan perhatian dan rasa aman.

Ia juga menegaskan bahwa kualitas pelayanan tidak boleh dibedakan berdasarkan jenis layanan atau latar belakang ekonomi pasien, termasuk bagi mereka yang menggunakan layanan jaminan kesehatan seperti BPJS Kesehatan.


Dorongan Pengawasan dan Pelaporan dari Masyarakat

Salah satu langkah yang cukup menyita perhatian publik adalah imbauan kepada masyarakat agar berani melaporkan tenaga kesehatan yang tidak profesional.

Menurutnya, pengawasan terhadap pelayanan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat sebagai pengguna layanan. Ia bahkan membuka jalur komunikasi langsung bagi warga yang ingin menyampaikan keluhan atau laporan.

Jika laporan terbukti benar, pemerintah daerah berkomitmen memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Sanksi tersebut dapat berupa teguran, pembinaan, hingga tindakan administratif lainnya.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk upaya memperkuat akuntabilitas pelayanan kesehatan di tingkat daerah.


Program Pelayanan Kesehatan Lebih Dekat ke Masyarakat

Selain menyoroti sikap tenaga kesehatan, pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan kualitas layanan melalui pendekatan yang lebih proaktif.

Salah satu program yang didorong adalah pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat, termasuk kunjungan tenaga medis ke lingkungan warga. Program ini menyasar kelompok yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan, seperti lansia, masyarakat di wilayah terpencil, atau pasien dengan keterbatasan mobilitas.

Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan deteksi dini penyakit sekaligus memperkuat hubungan antara tenaga kesehatan dan masyarakat.


Respons Publik: Dukungan dan Harapan Perbaikan Sistem

Pernyataan Bupati Brebes menuai beragam tanggapan dari masyarakat.

Sebagian besar mendukung sikap tegas tersebut karena dianggap mewakili suara pasien yang sering mengalami pelayanan kurang memuaskan. Banyak yang menilai bahwa keramahan tenaga kesehatan memang menjadi bagian penting dari kualitas layanan.

Namun, ada juga pandangan yang mengingatkan bahwa tenaga kesehatan bekerja dalam tekanan tinggi, dengan beban kerja berat dan keterbatasan fasilitas di beberapa daerah. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan juga perlu diimbangi dengan perbaikan sistem kerja, fasilitas, dan kesejahteraan tenaga medis.

Diskusi ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tenaga medis, tetapi juga pemerintah dan masyarakat.


Dampak bagi Dunia Pelayanan Kesehatan Daerah

Sorotan terhadap sikap tenaga kesehatan ini membuka ruang refleksi yang lebih luas mengenai standar pelayanan publik.

Beberapa dampak positif yang diharapkan antara lain:

  • meningkatnya kesadaran tenaga kesehatan tentang pentingnya komunikasi empatik

  • penguatan sistem pengawasan layanan kesehatan

  • peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan

  • dorongan reformasi pelayanan publik berbasis kepuasan pasien

Jika diterapkan secara konsisten, kebijakan dan pengawasan ini berpotensi meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara menyeluruh.


Kesimpulan

Pernyataan Bupati Brebes mengenai sikap dokter dan perawat menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya tentang penyembuhan fisik, tetapi juga tentang kepedulian dan kemanusiaan.

Sikap ramah, komunikasi yang baik, dan empati merupakan bagian penting dari proses penyembuhan. Dengan pengawasan yang lebih terbuka dan keterlibatan masyarakat, diharapkan pelayanan kesehatan di daerah dapat menjadi lebih profesional, manusiawi, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Isu ini sekaligus menjadi momentum penting bagi semua pihak untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan demi kesejahteraan masyarakat.

Share:

Asfiksia Neonatorum: Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya pada Bayi Baru Lahir

LANDASAN TEORI

A.    Pengertian

Asfiksia berarti hipoksia yang progresif, penimbunan CO2 dan asidosis, bila proses ini berlangsung terlalu jauh dapat mengakibatkan kerusakan otak atau kematian. Asfiksia juga dapat mempengaruhi fungsi organ vital lainnya. (Saiffudin, 2009).

Asfiksia neonatorum adalah keadaan dimana bayi tidak dapat segera bernafas secara spontan dan teratur setelah lahir. (Sarwono, 2007).

Asfiksia neonatus adalah keadaan bayi yang tidak dapat bernafas spontan dan teratur, sehingga dapat meurunkan O2 dan makin meningkatkan CO2 yang menimbulkan akibat buruk dalam kehidupan lebih lanjut. (Manuaba, 2008).

Asfiksia Neonatus adalah suatua keadaan bayi baru lahir yang tidak segera bernafas secara spontan dan teratur setelah dilahirkan. (Mochtar, 2008).

Jadi, berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa asfiksia merupa suatu keadaan di mana bayi tidak dapat menangis secara spontan setelah lahir.

B.     Etiologi

1.      Faktor ibu

a.       Hipoksia ibu

Dapat terjadi karena hipoventilasi akibat pemberian obat analgetik atau anestesi dalam, dan kondisi ini akan menimbulkan hipoksia janin dengan segala akibatnya.

b.      Gangguan aliran darah uterus

Berkurangnya aliran darah pada uterus akan menyebabkan berkurangnya aliran oksigen ke plasenta dan juga ke janin, kondisi ini sering ditemukan pada anemia, hipotensi mendadak pada ibu karena perdarahan,

2.      Faktor plasenta

Pertukaran gas antara ibu dan janin dipengaruhi oleh luas dan kondisi plasenta, asfiksia janin dapat terjadi bila terdapat gangguan mendadak pada plasenta, misalnya perdarahan plasenta, solusio plasenta.

3.      Faktor fetus

Kompresi umbilikus akan mengakibatkan terganggunya aliran darah dalam pembuluh darah umbilikus dan menghambat pertukaran gas antara ibu dan janin. Gangguan aliran darah ini dapat ditemukan pada keadaan tali pusat yang tertekan, menumbung,dll.

4.      Faktor neonates

Depresi pusat pernapasan pada bayi baru lahir dapat terjadi karena beberapa hal yaitu pemakaian obat anestesi yang berlebihan pada ibu.

C.    Manifestasi Klinis

Pada asfiksia tingkat selanjutnya akan terjadi perubahan kardiovaskuler yang disebabkan oleh beberapa keadaan diantaraya :

a.       Fungsi jantung terganggu akibat peningkatan beban kerja jantung

b.      Pengisian udara alveolus yang kurang adekuat akan menyebabkan tetap tingginya resistensi pembuluh darah paru sehingga sirkulasi darah mengalami gangguan.

Gejala klinis :

Bayi yang mengalami kekurangan O2 akan terjadi pernafasan yang cepat dalam periode yang singkat apabila asfiksia berlanjut, gerakan pernafasan akan berhenti, denyut jantung juga mulai menurun, sedangkan tonus neuromuscular berkurang secara berangsur-agsur berkurang dari bayi memasuki periode apneu primer.

Gejala dan tanda pada asfiksia neunatorum yang khas antara lain meliputi pernafasan cepat, pernafasan cuping hidung, sianosis, nadi cepat

Gejala lanjut pada asfiksia :

a.       Pernafasan megap-megap yang dalam.

b.      Denyut jantung terus menurun.

c.       Tekanan darah mulai menurun.

d.      Bayi terlihat lemas (flaccid).

e.       Menurunnya tekanan O2  (PaO2).

f.       Meningginya tekanan CO2 (PaO2).

g.      Terjadinya perubahan sistem kardiovaskuler.

 

D.    Patofisiologi  

Bila janin kekurangan O2 dan kadar CO2 bertambah, timbulah rangsangan terhadap nervus vagus sehingga DJJ (denyut jantung janin) menjadi lambat. Jika kekurangan O2 terus berlangsung maka nervus vagus tidak dapat dipengaruhi lagi. Timbulah kini rangsangan dari nervus simpatikus sehingga DJJ menjadi lebih cepat akhirnya ireguler dan menghilang. Janin akan mengadakan pernafasan intrauterin dan bila kita periksa kemudian terdapat banyak air ketuban dan mekonium dalam paru, bronkus tersumbat dan terjadi atelektasis. Bila janin lahir, alveoli tidak berkembang.

        Apabila asfiksia berlanjut, gerakan pernafasan akan ganti, denyut jantung mulai menurun sedangkan tonus neuromuskuler berkurang secara berangsur-angsur dan bayi memasuki periode apneu primer. Jika berlanjut, bayi akan menunjukkan pernafasan yang dalam, denyut jantung terus menurun , tekanan darah bayi juga mulai menurun  dan bayi akan terluhat lemas (flascid). Pernafasan makin lama makin lemah sampai bayi memasuki periode apneu sekunder. Selama apneu sekunder, denyut jantung, tekanan darah dan kadar O2 dalam darah (PaO2) terus menurun. Bayi sekarang tidak bereaksi terhadap rangsangan dan tidak akan menunjukkan upaya pernafasan secara spontan. Kematian akan terjadi jika resusitasi dengan pernafasan buatan dan pemberian tidak dimulai segera.

pathway 


E.     Klasifikasi

Tanda

0

1

2

Jumlah Nilai

Frekuensi Jantung

Tidak Ada

Kurang dari 100 X/menit

Lebih dari 100 X/menit

Usaha Bernafas

Tidak Ada

Lambat, Tidak Teratur

Menangis Kuat

Tonus Otot

Lumpuh

Ekstremitas Fleksi Sedikit

Gerakan Aktif

Refleks

Tidak Ada

Gerakan Sedikit

Menangis

Warna Kulit

Biru/Pucat

Tubuh Kemerahan, Ekstremitas Biru

Tubuh dan Ekstremitas Kemerahan

a.       Nilai 0-3            : Asfiksia berat

b.      Nilai 4-6            : Asfiksia sedang

c.       Nilai 7-10          : Normal

Dilakukan pemantauan nilai apgar pada menit ke-1 dan menit ke-5, bila nilai apgar 5 menit masih kurang dari 7 penilaian dilanjutkan tiap 5 menit sampai skor mencapai 7. Nilai apgar berguna untuk menilai keberhasilan resusitasi bayi baru lahir dan menentukan prognosis, bukan untuk memulai resusitasi karena resusitasi dimulai 30 detik setelah lahir bila bayi tidak menangis. (bukan 1 menit seperti penilaian skor apgar)

Asfiksia neonatorum di klasifikasikan :

1.      Asfiksia Ringan ( vigorus baby)

Skor APGAR 7-10, bayi dianggap sehat dan tidak memerlukan tindakan istimewa.

2.      Asfiksia sedang ( mild moderate asphyksia)

Skor APGAR 4-6, pada pemeriksaan fisik akan terlihat frekuensi jantung lebih dari 100/menit, tonus otot kurang baik atau baik, sianosis, reflek iritabilitas tidak ada.

3.      Asfiksia Berat

Skor APGAR 0-3, pada pemeriksaan fisik ditemukan frekuensi jantung kurang dari 100 x permenit, tonus otot buruk, sianosis berat, dan kadang-kadang pucat, reflek iritabilitas tidak ada. Pada asphyksia dengan henti jantung yaitu bunyi jantung fetus menghilang tidak lebih dari 10 menit sebelum lahir lengkap atau bunyi jantung menghilang post partum, pemeriksaan fisik sama pada asphyksia berat.

F.     Komplikasi

Komplikasi yang muncul pada asfiksia neonatus antara lain :

1.      Hipoksia dan iskemia otak

Pada penderita asfiksia dengan gangguan fungsi jantung yang telah berlarut sehingga terjadi renjatan neonatus, sehingga aliran darah ke otak pun akan menurun, keadaaan ini akan menyebabkan hipoksia dan iskemik otak.

2.      Anuria atau oliguria

Disfungsi ventrikel jantung dapat pula terjadi pada penderita asfiksia, keadaan ini dikenal istilah disfungsi miokardium pada saat terjadinya, yang disertai dengan perubahan sirkulasi. Pada keadaan ini curah jantung akan terganggu sehingga darah yang seharusnya dialirkan keginjal menurun. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya pengeluaran urine sedikit.

3.      Koma                            

Apabila pada pasien asfiksia berat segera tidak ditangani akan menyebabkan koma karena beberapa hal diantaranya hipoksemia dan perdarahan pada otak.

G.    Pemeriksaan Diagnostic

Asfiksia yang terjadi pada bayi biasanya merupakan kelanjutan dari hipoksia janin. Diagnosis hipoksia janin dapat dibuat dalam persalinan dengan ditemukannya tanda-tanda gawat janin. Tiga hal yang perlu mendapat perhatian yaitu :

1.      Denyut jantung janin

Frekuensi normal ialah antara 120 dan 160 denyutan/menit, selama his frekuensi ini bisa turun, tetapi di luar his kembali lagi kepada keadaan semula. Peningkatan kecepatan denyut jantung umumnya tidak banyak artinya, akan tetapi apabila frekuensi turun sampai di bawah 100 kali permenit di luar his, dan lebih-lebih jika tidak teratur, hal itu merupakan tanda bahaya. Di beberapa klinik elektrokardigraf janin digunakan untuk terus-menerus menghadapi keadaan denyut jantung dalam persalinan.

2.      Mekonium dalam air ketuban

Mekonium pada presentasi sungsang tidak ada artinya, akan tetapi pada presentasi kepala mungkin menunjukkan gangguan oksigenisasi dan harus diwaspadai. Adanya mekonium dalam air ketuban pada presentasi kepala dapat merupakan indikasi untuk mengakhiri persalinan bila hal itu dapat dilakukan dengan mudah.

3.      Pemeriksaan pH darah janin

Dengan menggunakan amnioskop yang dimasukkan lewat serviks dibuat sayatan kecil pada kulit kepala janin, dan diambil contoh (sampel) darah janin. Darah ini diperiksa pH-nya. Adanya asidosis menyebabkan turunnya pH. Apabila pH itu turun sampai di bawah 7,2 hal itu dianggap sebagai tanda bahaya gawat janin mungkin disertai asfiksia.

Beberapa pemeriksaan diagnostik yang dilakukan untuk mendiagnosis adanya asfiksia pada bayi (pemeriksaan diagnostik) yaitu:

a.         Analisa gas darah

b.        Elektrolit darah

c.         Gula darah

d.        Berat bayi

e.         USG ( Kepala )

f.         Penilaian APGAR score

g.        Pemeriksaan EGC dab CT- Scan

H.    Penatalaksanaan

Tindakan untuk mengatasi asfiksia neonatorum disebut resusitasi bayi baru lahir yang bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan hidup bayi dan membatasi gejala sisa yang mungkin muncul. Tindakan resusitasi bayi baru lahir mengikuti tahapan-tahapan yang dikenal dengan ABC resusitasi :

1.         Memastikan saluran nafas terbuka :

a.       Meletakan bayi dalam posisi yang benar

b.      Menghisap mulut kemudian hidung kalau perlu trachea

c.       Bila perlu masukan ET untuk memastikan pernapasan terbuka

2.         Memulai pernapasan :

a.       Lakukan rangsangan taktil. Beri rangsangan taktil dengan menyentil atau menepuk telapak kaki. Lakukan penggosokan punggung bayi secara cepat, mengusap atau mengelus tubuh, tungkai dan kepala bayi.

b.      Bila perlu lakukan ventilasi tekanan positif.

3.         Mempertahankan sirkulasi darah :

Rangsang dan pertahankan sirkulasi darah dengan cara kompresi dada atau bila perlu menggunakan obat-obatan

Cara resusitasi dibagi dalam tindakan umum dan tindakan khusus :

1.        Tindakan umum

a.       Pengawasan suhu

b.      Pembersihan jalan nafas

c.       Rangsang untuk menimbulkan pernafasan

2.        Tindakan khusus

a.       Asphyksia berat

Resusitasi aktif harus segera dilaksanakan, langkah utama memperbaiki ventilasi paru dengan pemberian O2 dengan tekanan, cara terbaik dengan intubasi endotrakeal lalu diberikan O2 tidak lebih dari 30 mmHg. Asphiksia berat hampir selalu disertai asidosis, koreksi dengan bikarbonat natrium 2-4 mEq/kgBB, diberikan pula glukosa 15-20 % dengan dosis 2-4ml/kgBB. Kedua obat ini disuntikan kedalam intra vena perlahan melalui vena umbilikalis, reaksi obat ini akan terlihat jelas jika ventilasi paru sedikit banyak telah berlangsung. Usaha pernapasan biasanya mulai timbul setelah tekanan positif diberikan 1-3 kali, bila setelah 3 kali inflasi tidak didapatkan perbaikan pernapasan atau frekuensi jantung, maka masase jantung eksternal dikerjakan dengan frekuensi 80-100/menit. Tindakan ini diselingi ventilasi tekanan dalam perbandingan 1:3 yaitu setiap kali satu ventilasi tekanan diikuti oleh 3 kali kompresi dinding toraks, jika tindakan ini tidak berhasil bayi harus dinilai kembali, mungkin hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan asam dan basa yang belum dikoreksi.

b.      Asphyksia ringan dan sedang

Stimulasi agar timbul reflek pernapsan dapat dicoba, bila dalam waktu 30-60 detik tidak timbul pernapasan spontan, ventilasi aktif harus segera dilakukan, ventilasi sederhana dengan kateter O2 intranasal dengan aliran 1-2 lt/mnt, bayi diletakkan dalam posisi dorsofleksi kepala. Kemudian dilakukan gerakan membuka dan menutup nares dan mulut disertai gerakan dagu keatas dan kebawah dengan frekuensi 20 kali/menit, sambil diperhatikan gerakan dinding toraks dan abdomen. Bila bayi memperlihatkan gerakan pernapasan spontan, usahakan mengikuti gerakan tersebut, ventilasi dihentikan jika hasil tidak dicapai dalam 1-2 menit, sehingga ventilasi paru dengan tekanan positif secara tidak langsung segera dilakukan, ventilasi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan dari mulut ke mulut atau dari ventilasi ke kantong masker. Pada ventilasi dari mulut ke mulut, sebelumnya mulut penolong diisi dulu dengan O2, ventilasi dilakukan dengan frekuensi 20-30 kali permenit dan perhatikan gerakan nafas spontan yang mungkin timbul. Tindakan dinyatakan tidak berhasil jika setelah dilakukan berberapa saat terjadi penurunan frekuensi jantung atau perburukan tonus otot, intubasi endotrakheal harus segera dilakukan, bikarbonat natrium dan glukosa dapat segera diberikan, apabila 3 menit setelah lahir tidak memperlihatkan pernapasan teratur, meskipun ventilasi telah dilakukan dengan adekuat.

A.    Rumusan Diagnosa

1.      Pola nafas tidak efektif b.d hipoventilasi/ hiperventilasi

2.      Bersihan jalan nafas tidak efektif  b.d produksi mukus banyak.

3.      Kerusakan pertukaran gas b.d ketidakseimbangan perfusi ventilasi.

4.      Risiko ketidakseimbangan suhu tubuh b.d kurangnya suplai O2 dalam darah.
VI. Proses keluarga terhenti b.d pergantian dalam status kesehatan anggota keluarga.

5.      Proses keluarga terhenti b.d pergantian dalam status kesehatan anggota keluarga.

6.      Risiko cedera b.d anomali kongenital tidak terdeteksi atau tidak teratasi pemajanan pada agen-agen infeksius

DAFTAR PUSTAKA

 

A.     Aziz Alimul Hidayat, Pengantar Ilmu Keperawatan 1, Jakarta, 2009, Salemba Medika

Anik Maryunani, Asuhan Bayi Baru Lahir Normal, Jakarta, 2008, Trans Info Mekiah dan Lia Yulianti,MKM, Asuhan Neonatus, Bayi dan Anak Balita, Jakarta, 2007, Trans Info Media Jakarta

Doenges E Marilynn. Rencana Asuhan Keperawatan; Jakarta, 1993. Penerbit Buku Kedokteran ECG.

Wong   Donna L, dkk. Buku Ajar Keperawatan Pediatri, Edisi 6 vol 2; Jakarta, 2009. Penerbit Buku Kedokteran ECG.

Diposkan 5th March 2014 oleh Riza Munandar


Share:

Tidur Setelah Sahur: Boleh atau Berbahaya? Ini Penjelasan Lengkapnya

  Tidur Setelah Sahur: Boleh atau Berbahaya? Ini Penjelasan Lengkapnya Bangun dini hari untuk sahur sering membuat tubuh masih terasa sanga...

BTemplates.com

Search This Blog

Powered by Blogger.