Skip to main content

Pernyataan Bupati Brebes tentang Dokter dan Perawat Viral, Soroti Pentingnya Pelayanan Ramah di Fasilitas Kesehatan

Pernyataan Bupati Brebes tentang Dokter dan Perawat Jadi Sorotan, Tekankan Pelayanan Kesehatan yang Humanis

Dunia pelayanan kesehatan di daerah kembali menjadi perhatian publik setelah pernyataan Paramitha Widya Kusuma, pemimpin daerah di Kabupaten Brebes, viral dan ramai diperbincangkan masyarakat.

Dalam berbagai kesempatan, ia menyoroti pentingnya sikap ramah dan empati dari tenaga kesehatan, khususnya dokter dan perawat, saat melayani pasien. Menurutnya, kualitas pelayanan medis tidak hanya diukur dari tindakan klinis atau pengobatan, tetapi juga dari cara tenaga kesehatan memperlakukan pasien secara manusiawi.

Pernyataan tersebut langsung memicu diskusi luas di masyarakat, terutama karena banyak orang merasa isu pelayanan kesehatan yang kurang ramah masih sering terjadi.


Pentingnya Sikap Ramah dalam Pelayanan Medis

Bupati Brebes menegaskan bahwa masyarakat yang datang berobat umumnya berada dalam kondisi lemah, cemas, atau kesakitan. Oleh karena itu, tenaga kesehatan dituntut bukan hanya profesional secara medis, tetapi juga memiliki empati tinggi.

Menurutnya, sikap sederhana seperti menyapa dengan baik, mendengarkan keluhan pasien, serta memberikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami bisa sangat membantu proses pemulihan.

Pelayanan kesehatan, katanya, harus berorientasi pada pasien. Artinya, pasien bukan sekadar objek pemeriksaan, tetapi individu yang membutuhkan perhatian dan rasa aman.

Ia juga menegaskan bahwa kualitas pelayanan tidak boleh dibedakan berdasarkan jenis layanan atau latar belakang ekonomi pasien, termasuk bagi mereka yang menggunakan layanan jaminan kesehatan seperti BPJS Kesehatan.


Dorongan Pengawasan dan Pelaporan dari Masyarakat

Salah satu langkah yang cukup menyita perhatian publik adalah imbauan kepada masyarakat agar berani melaporkan tenaga kesehatan yang tidak profesional.

Menurutnya, pengawasan terhadap pelayanan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat sebagai pengguna layanan. Ia bahkan membuka jalur komunikasi langsung bagi warga yang ingin menyampaikan keluhan atau laporan.

Jika laporan terbukti benar, pemerintah daerah berkomitmen memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Sanksi tersebut dapat berupa teguran, pembinaan, hingga tindakan administratif lainnya.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk upaya memperkuat akuntabilitas pelayanan kesehatan di tingkat daerah.


Program Pelayanan Kesehatan Lebih Dekat ke Masyarakat

Selain menyoroti sikap tenaga kesehatan, pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan kualitas layanan melalui pendekatan yang lebih proaktif.

Salah satu program yang didorong adalah pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat, termasuk kunjungan tenaga medis ke lingkungan warga. Program ini menyasar kelompok yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan, seperti lansia, masyarakat di wilayah terpencil, atau pasien dengan keterbatasan mobilitas.

Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan deteksi dini penyakit sekaligus memperkuat hubungan antara tenaga kesehatan dan masyarakat.


Respons Publik: Dukungan dan Harapan Perbaikan Sistem

Pernyataan Bupati Brebes menuai beragam tanggapan dari masyarakat.

Sebagian besar mendukung sikap tegas tersebut karena dianggap mewakili suara pasien yang sering mengalami pelayanan kurang memuaskan. Banyak yang menilai bahwa keramahan tenaga kesehatan memang menjadi bagian penting dari kualitas layanan.

Namun, ada juga pandangan yang mengingatkan bahwa tenaga kesehatan bekerja dalam tekanan tinggi, dengan beban kerja berat dan keterbatasan fasilitas di beberapa daerah. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan juga perlu diimbangi dengan perbaikan sistem kerja, fasilitas, dan kesejahteraan tenaga medis.

Diskusi ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tenaga medis, tetapi juga pemerintah dan masyarakat.


Dampak bagi Dunia Pelayanan Kesehatan Daerah

Sorotan terhadap sikap tenaga kesehatan ini membuka ruang refleksi yang lebih luas mengenai standar pelayanan publik.

Beberapa dampak positif yang diharapkan antara lain:

  • meningkatnya kesadaran tenaga kesehatan tentang pentingnya komunikasi empatik

  • penguatan sistem pengawasan layanan kesehatan

  • peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan

  • dorongan reformasi pelayanan publik berbasis kepuasan pasien

Jika diterapkan secara konsisten, kebijakan dan pengawasan ini berpotensi meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara menyeluruh.


Kesimpulan

Pernyataan Bupati Brebes mengenai sikap dokter dan perawat menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya tentang penyembuhan fisik, tetapi juga tentang kepedulian dan kemanusiaan.

Sikap ramah, komunikasi yang baik, dan empati merupakan bagian penting dari proses penyembuhan. Dengan pengawasan yang lebih terbuka dan keterlibatan masyarakat, diharapkan pelayanan kesehatan di daerah dapat menjadi lebih profesional, manusiawi, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Isu ini sekaligus menjadi momentum penting bagi semua pihak untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan demi kesejahteraan masyarakat.

Comments

Popular posts from this blog

Makalah kanker kolon (usus besar)

PEMBAHASAN A.     Pengertian Kanker adalah sebuah penyakit yang ditandai dengan pembagian sel yang tidak teratur dan kemampuan sel-sel ini untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis). Pertumbuhan yang tidak teratur ini menyebabkan kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembagian sel, dan fungsi lainnya. (Gale, 2000). Karsinoma kolorektal (CRC) terdapatnya lesi keganasan pada mukosa kolon atau rectum(Pierce A.grace ,2007). Kanker kolon/usus besar adalah tumbuhnya sel kanker yang ganas di dalam permukaan usus besar atau rektum (Boyle & Langman, 2000). Kanker kolon adalah pertumbuhan sel yang bersifat ganas yang tumbuh pada kolon dan menginvasi jaringan sekitarnya (Tambayong, 2000). Dari beberapa pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kanker kolon adalah suatu pertumbuhan tumor yang bersifat ganas ...

Makalah Difteri

BAB I LANDASAN TEORI A.PENGERTIAN Menurut A.Aziz Alimul Hidayat, difteri merupakan penyakit infeksi yang dapat menyerang pada saluran napas bagian atas disebabkan oleh kuman Corynebacterium diphteriae yang bersifat gram positif, polimorf, dan tidak membentuk spora. Penyakit ini mudah menyerang anak-anak melalui udara atau pada alat yang terkontaminasi.                   Sedangkan menurut Sumarmo 2002, difteri adalah suatu penyakit infeksi akut yang sangat menular, yang disebabkan oleh Corynebacterium diptheriae dengan ditandai pembentukan pseudomembran pada kulit dan atau mukosa.                   Difteri adalah suatu penyakit akut yang bersifat toxin-mediated disease dan disebabkan oleh kuman Corynebacterium diphteriae. Nama kuman ini berasal dari bahasa Yunani, diphtera yang berarti leather hide. Penyakit ini disebut...

Makalah halusinasi

LAPORAN PENDAHULUAN   HALUSINASI A.     DEFINISI Halusinasi adalah pengalaman panca indera tanpa adanya rangsangan (stimulus) misalnya penderita mendengar suara-suara, bisikan di telinganya padahal tidak ada sumber dari suara bisikan itu (Hawari, 2001). Halusinasi adalah persepsi sensorik yang keliru dan melibatkan panca indera (Isaacs, 2002). Halusinasi adalah gangguan penyerapan atau persepsi panca indera tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat terjadi pada sistem penginderaan dimana terjadi pada saat kesadaran individu itu penuh dan baik. Maksudnya rangsangan tersebut terjadi pada saat klien dapat menerima rangsangan dari luar dan dari dalam diri individu. Dengan kata lain klien berespon terhadap rangsangan yang tidak nyata, yang hanya dirasakan oleh klien dan tidak dapat dibuktikan (Nasution, 2003). Halusinasi merupakan gangguan atau perubahan persepsi dimana klien mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Suatu penerapan panca indr...